Tampilkan postingan dengan label Shinichi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shinichi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Agustus 2013

Why I call him, Shinichi?

Postingan ketiga di Senin Malam.
Masih tentang Shinichi! ^___^
Kali ini, aku mau cerita kenapa aku memanggil dia Shinichi :-) Apakah aku mirip Ran Mouri? kekekeke Jelas TIDAK! (ditimpuki sama fans-nya Ran) Ndut begini, mana ada yang mirip...
Sebenernya simple aja sih alasannya.
1. Aku suka sama DC (Detective Conan)
Karakter favoritku di serial ini adalah Shinichi Kudo dan Ran Mouri. Mereka berdua bener-bener pasangan yang romantis ;-) Meskipun ngga diperlihatkan secara blak-blakan. Romantis yang tidak diperliatkan di depan umum. Itu seperti yang diinginkan dia. Di publik, dia jarang bahan enggan memperlihatkan sisi romanticnya :-) hanya aku dan dia yang tau (skip)

Senin, 05 Agustus 2013

Still about us... (Shinichi and Me)

Jujur... jika ditanya kapan saya memulai hubungan ini dengan Shinichi, jawaban saya adalah "ngga tau". Tanggal dan bulan berapa tepatnya saya ngga tau. Yang jelas, 4 tahun yang lalu, antara bulan Juli - Agustus 2009, saya mulai kenal Shinichi dan setelah itu kita membuat komitmen. Waktu itu saya dan Shinichi sepakat untuk ngga "pacaran" karena Shinichi adalah anak rohis di kampusnya dan saya pun demikian. Hingga pada akhirnya setelah membuat komitmen ini, saya dan Shinichi menghilang dari peredaran dunia rohis. Shinichi sibuk dengan kerjaannya yang shifting sedangkan saya merasa ngga pantas berada di komunitas yang jelas-jelas tidak melakukan "pacaran".

eS eM eS

Tangan rasanya gatel udah lama ngga nulis di blog ^__^ kekekeke lebay banget!
Padahal sih engga!!! Mood nulis keluar kalo pikiran udah ga muat nyimpen beban yang tiap hari bertambah. Seperti yang aku bilang sebelumnya, saat aku lagi bad mood, pelampiasannya  melalui tulisan. Jadi ga heran kalo tulisan-tulisan di sini kacau karena nulisnya juga dalam keadaan kacau. Dan pastinya isinya curhatan semua... ^_^

Sabtu, 29 Juni 2013

LDR itu Nyiksa!

Buat saya.. LDR itu selalu bikin nyesek. Udah gitu selalu bikin saya netesin air mata. Nyiksa banget kan? Tapi mau ga mau saya harus mempertahankan hubungan ini. Bukan terpaksa. Memang kenyataannya harus kayak gini. LDR adalah keharusan sekaligus keinginan saya. Meskipun tersiksa, tapi saya menginginkan untuk bertahan.
LDR memang bukan hal yang baru bagi saya. Sejak awal, saya memang sudah menjalani LDR. Namun kali ini rasanya sangat berat. Selain harus terpisah oleh ribuan km, saya dan dia belum bertemu selama satu tahun lebih. Sebenarnya hal ini ga akan jadi masalah kalo aku dan dia sama-sama memahami. Tapi kenyataannya, saya ga bisa memahami dia dan dia pun sepertinya ga bisa memahami keinginan saya.
Yang paling bikin sakit saat LDR itu, dia ga bisa meluangkan waktunya untuk saya. Padahal untuk teman-teman dan keluarganya dia selalu punya waktu ekstra. Ya, mungkin saya bukan seseorang yang penting dalam kehidupan dia. Saya hanyalah sebuah "boneka" yang bisa dia mainkan kapan saja saat dia membutuhkan saya. Seharusnya saya sadar.
Berkali-kali dia bilang, dia berusaha membuat saya bahagia. Namun itu hanyalah ucapan tanpa tindakan. Kalimat seperti itu seperti sampah. Tapi sampah masih bisa didaur ulang sedangkan ini NGGAK. Maaf, saya  ga bermaksud memojokkan dia ataupun menyalahkan dia. Saya cuma pengen dia sadar bahwa saya bukan "boneka" dia yang ngga punya hati dan perasaan, yang biasa saja mendapat perlakuan seperti itu.
Pengen amnesia... Ingatan ini selalu bikin nangis! >_< Pengen bersikap biasa aja, seperti dia. Seolah ga ada apa-apa dan semuanya baik-baik saja. Pengen banget keyak gitu! 3 bulan ke depan mengganggap diri saya "single" dan belum pernah "kenal" sama dia. Mungkin itu lebih baik!