Jumat, 23 Januari 2015

Masih Berat... Tapi harus..

Berat untuk menghilangkan kemangan yang telah terangkai selama hampir 6 tahun ini. Tapi aku harus bisa. Aku harus mampu menapakai jalan baru. Aku harus berusaha bahagia. Allah.... aku akan dapat ganti semua ini dengan kebahagiaan abadi dari-Mu kan?

Aku akui, ini terjadi karena kebodohaku. Aku terlalu bodoh sehingga tertipu oleh kebaikannya. Astaghfirullah... sadarkan dia ya Rabb.. bahwa komitmen yang dia buat bersamaku dulu mengatasnamakan-Mu dan ampuni aku juga Allah, jika aku tidak dapat mempertahankan komitmen ini sesuai janjiku. Bahagiakan dia dengan jalan yang dia pilih... aku yakin, dia akan bahagia dengan jalannya. Begitupun aku... bahagia dengan hal yang datang tak teduga dari-Mu.
Aku pun tidak berniat membencinya. Itu sama saja artinya aku membuang energi untuk hal yang sia-sia. Satu-satunya yang aku bisa adalah mengabaikannya hingga dia hilang tertelan hembusan angin.

Minggu, 04 Januari 2015

Dilema....

Alah...Kaito pun mulai hadir kembali. Perlahan bayangannya menyusup di rongga-rongga yg telah ditinggalkan Shinichi. Akankah sebongkah qalbu ini akan melepas sosok Shinichi dan menyambut siluet Kaito yang dulu pernah berjalan melaluinya tanpa singgah sedetik pun...

Duhai, Allah Sang Maha CINTA yang Maha Merajai hati, kuserahkan CINTA ini untuk-Mu, kupasrahkan segala CINTA yang kautitipkan padaku selama ini, karena sesungguhnya CINTA ini bukan untukku sepenuhnya. Namun, aku mohon Duhai, Rabb-ku Yang Maha Indah... berikan aku setetes Cinta-Mu yang mampu membuatku semakin mengingat-Mu fan mendekati-MU...

Sampai kapan

Sampai kapan aku menunggu ketidakpastian ini, Allah... aku ingin segera menjalankan nadzarku tp dengan siapa, Allah. Jika dia yang akan membersamaiku dalam melaksanakan nadzar ini, mudahkan dan kuatkan aku.
Kenapa sampai detik ini dia belum memberikan kejelasan untukku..
Kesabaranku tak sebanding dengan kesabaran Asyiah, bidadari-Mu...

Kamis, 18 Desember 2014

Kuserahkan pada-Mu

Duhai Sang Maha Cinta yang mampu membolak balikkan hati para pecinta... Jika ini takdir yang Engkau tuliskan dalam skenario-Mu, maka aku tak kan mampu menolaknya untuk melakoni kehidupan yang penuh teka-teki.
Jika aku bisa berharap dan memohon kepada-Mu, perkenankan aku untuk bersamanya menjalani komitmen yang telah kami buat karena-Mu. Lembutkan hatinya untuk menerima ketetapan-Mu agar dia mau membersamaiku menghapus lukisan dosa di lembar komitmen kami.
Namun aku sadar, sebagai hamba-Mu, aku hanya bisa berharap. Bila Engkau telah menggariskan takdirku untuk tidak bersamanya, mungkin Engkau telah menyediakan kurva cinta yang lebih indah untuknya dan untukku.

Rabu, 17 Desember 2014

Menegangkan...

Kenapa perasaankunjadi ngga enak gini setelah dia balas bbmku. Seperti ada amarah yg terpendam di sana... seolah2 aku salah karena aku lolos cpns. Ya Allah..
Ini mendadak dan bener2 tiba2.. semoga dia masih mau menerimakunya Rabb