Kamis, 26 Oktober 2017

KAU Ubah Duniaku...

Sudah lama sekali ngga aktif di blog. Sejak hamil dan sibuk dengan tugas mengajar, aku jarang banget posting di blog ini.
Alhamdulillahirobbil 'Alamin... Segala puji bagi Allah, pada bulan ke-tujuh di hari ketiga belas, telah lahir bayi laki-laki mungil dengan berat 2,03 kg, buah cintaku dengan Shinichi. Melalui proses persalinan SC aku merasakan betapa beratnya perjuangan seorang Ibu melahirkan buah hatinya Ya, tidak mudah. Aku sangat tidak setuju kalo ada seseorang yang mengatakan "Bukan Wanita sejati jika belum melahirkan secara normal". Bukan bermaksud untuk membela diri karena aku melahirkan SC ya, tapi masa iya sih "kesejatian" seorang wanita dinilai dari cara melahirkan. Jika seorang wanita melahirkan dengan SC bukan wanita sejati, bagaimana dengan wanita (maaf) yang sampai saat ini belum diberikan keturunan? Melahirkan secara normal maupun SC tetap saja penuh perjuangan. Melahirkan normal memang sangat sakit, perjuagan antara hidup dan mati. Melahirkan SC juga sakit, pemulihannya cukup lama.
Arroyyan Qoulan Sadida. Itu nama buah hati kami. Kami berharap agar dia kelak menjadi anak laki-laki yang shaleh, selalu menjaga lisannya untuk mengeluarkan perkataan yang baik dan jujur. Mahligai rumah tangga kami lebih berwarna dengan hadirnya pangeran mungil ini. Setelah menanti 2 tahun lamanya, Allah hadirkan dia. Allah mengubah rumah tangga kami menjadi ceria, Alhamdulillah... Insya Allah kami akan menjaga titipan-MU ini ya Rabb.. Bimbing kami untuk mendidiknya, mengarahkannya ke jalan-MU, agar kami semua senantiasa mendapatkan rahmat dan hidayah-MU untuk menuju syurga-MU yang abadi,.. Aamiin

Jumat, 31 Maret 2017

Hello Blib!

Postingan pertama di tahun 2017 ^^

Alhamdulillah... Blib di dalam perut sudah 22 minggu :-) Sehat selalu ya sayang, Ummi dan Abi selaluuuu sayang Blib.

Tidak pernah membayangkan hamil itu rasanya seperti ini. Amazing! Pantas saja, pasangan yang belum dikaruniai anak selalu mencoba caraa apapun untuk memperoleh makhluk mungil yang bernama "baby".

Okay... hari ini saya akan mencaritakan kisah perjalanan saya menanti buah hati. Saya menikah dengan Shinichi pada pertengahan tahun 2015, tepatnya 20 Juli. Minggu berganti minggu, bulan pun terus berubah namun setiap bulan saya selalu haid. Bagi seorang perempuan yang baru menikah pastinya tidak mengharapkan "datang bulan" itu hadir. Saya dan suami mencoba untuk positive thinking, barang kali saya dan suami sama-sama stress menjalani rumah tangga yang baru. Awal-awal menikah merupakan adaptasi bagi kita berdua. Yang tadinya tidur sendiri, sekarang kalo tidur ada yang nemenin, terus tiap hari selalu bertemu dan tahu kebiasaan masing-masing. Kalo saya pribadi sih yang paling berat saat awal menikah adalah manajemen waktu. Saya berangkat ke kantor pagi-pagi, harus bikin sarapan untuk suami, siang pulang masakin makan siang, dan pulang dari kantor udah sore, lanjut bikinin makan malam, belum lagi kejaan lain di rumah. Capek itu pasti.

Tiga bulan pun berlalu... saya sudah 4 kali datang bulan. Saya pun diskusi dengan suami saya, bagaimana kalo bertemu dengan dookter. Suami menyetujui usul saya. Akhirnya di penghujung bulan Oktober kami menemui dr. Meidi. Saya pun dicek melalui USG, dari hasil USG, beliau menyimpulkan rahim saya baik-baik saja. Saya dan suami tidak perlu khawatir dengan kondisi ini. Infertil bagi seseorang bisa diketahui setelah satu tahun pernikahan, jadi kami diminta untuk bersabar dan rileks, menenangkan pikiran masing-masing. Menurut saya, jawaban beliau melegakan tapi juga mengecewakan. Saya pengennya langsung dapat tindakan.

Desember 2015 saya dan suami mengunjungi mertua di Palembang karena keluarga di sana mengadakan acara syukuran pernikahan kami. Ketika di sana, saya sudah menyiapkan hati agar tenang dan santai jika orang-orang bertanya tentang "sudah hamil belum?".

Bulan ke bulan, masa haid saya tidak menjadi tidak teratur. Terkadang masa siklus haid hanya 18 - 20 hari, namun dalam satu bulan saya juga pernah tidak haid (dengan silus 35 - 45 hari). Saat tidak kunjing datang bulan, saat itulah saya menaruh harapan bahagia. Saya pun test pack, tapi hasilnya membuat saya kecewa karena yang muncul hanya 1 garis. Seminggu kemudian baru haid...  :(

Sebulan menjelang sebelum puasa di tahun 2016, saya dan suami sepakat untuk tes ke ahli kandungan tetapi bukan ke dr. Meidi. Teman kanto merekomendasikan ke dr. Suryo, katanya beliau ahli dalam promil. Temannya teman kantor saya pernag mencoba baby program dan dapat bayi kembar ^^ Saya pun jadi optimis. Saya ceritakanlah ke suami saya. Terlebih dua bulan lagi lebaran, dan kami berencana lebaran ke Palembang lagi. Saya khawatir ditanya-tanya soal kehamilan :(

Awal bulan Mei saya dan suami mengunjungi klinik dr. Suryo yang di belakang Masjid An-Nur Pekanbaru. Antrean di sana lebih panjang dibanding di dr. Meidi. Jadi kami harus sabar. Di sana, beliau komentar, "Alhamdulillah belum hamil, karena kalo hamil bisa berbahaya dengan berat Ibu yang sekian," :-( Sedih banget dengernyaaaa.... Memang sih saya sangat gemuk tapi kan ga harus seperti ini.. Beliau merekomendasikan untuk program akupuntur dengan istri beliau, dr. Phyu Phyu. Saya pun konsultasi dengan suami. Suami pun mengiyakan. Lalu saya mendaftar paket akupuntur selama 12 kali dengan biaya Rp 1.750.000,00 per paket. Syok banget lihat harganya yang segitu. Belum lagi obatnya. Pokoknya hari itu saya harus merogoh kocek sebesar 3 jutaan. Masya Allah...

Saya pun hanya menjalani akupuntur selama 2 bulan. Saya tidak sanggup. Selain sakit semua, perjalanan menuju kliniknya juga jauh. Suami pun juga lelah. AKhirnya saya putuskan untuk kembali lagi ke dr. Meidi dan menjalani baby program. 

(to be continue)

Rabu, 07 Desember 2016

Blib Blib Blib Blib

Sore ini betapa syoknya saya. Bangun tidur melihat rembesan darah... Tiga hari ini saya ikut pelatihan dan pulang tadi siang. Di sana sebenernya perut udah mulai kobtraksi dan pinggul nyeri. Makanya sepulang dari sana saya langsung ke rumah, toh juga masih SPT. Sampai rumah langsung minum susu, makan biskuit, dan tidur. Nah... Trus kluar darah.


Saya nggacsadar karena ga terasa sakit. Saya langsung tlp suami dan minta tolong agar segera pulang kerumah. Dia pun pasti khawatir dengan keadaan saya di rumah.

Kebetulan pagi td saya janji dgn dr.Meidi untuk konsul mlm ini karena sudah jadwalnya.

Malam ini saya dan suami USG di dr. Meidi, liat kondisi Blib. Alhamdulillah dia masih hidup dan kedip2. Tp posisinya memang agak turun karena pengaruh kontraksi terus. Beliau pun memberikan resep obat penguat lg, satu yg diminum satunya lagi dimasukkan ke vagina (maaf). Beliau bilang penderita pcos seperti saya memang harus survive, karena ovum yang ga terlalu sempurna. Jd walaupun sudah positif madihharus berjuang untuk mempertahankan kehamilan sampai di tri semester pertama. Kita berjuang ya Bilb....

Saya bersyukur sekali mepunyai suami yg selalu mendukung dan menguatkan saya. Semoga Blib kita sehat dan bertahan.. Aamiin
Kami sayang Blib karena Allah, sama2 berjuang ya Blib :)


7 Des 2016

"Blib"

Ya.... dan aku memanggilnya "Blib". Makhluk mungil yang bersemayam di dalam rahimku.

Malam tadi, hujan turun rintik-rintik dan awet.. aku dan shinichi  berkunjung ke dokter Meidi, memastikan apakah aku benar-benar positif atau tidak. Sebelum ke dr. Meidi aku pesan nomor antrian dan dapet nomor 11. Tapi aku dan Shinichi punya trik berangat sesudah maghrib agar ngga lama antri. 

Setelah nunggu 1 orang yang antre,  akhirnya saya dan suami dapet giliran konsul. Kami berdua masuk ruangan. Lalu dr. Meidi menanyakan kabar. Saya memberi tau bahwa saya positif . beliau cukup kaget.. Karena saya menderita pcos dan harus terapi selama 6bln dulu. Tp Allah berkehendak lain.. 3 bln terapi alhamdulillah positif. ;) sehat terus ya blib...


22 November 2016

Rabu, 23 November 2016

Long time we've been waiting for you...

Setelah penantian panjang, kurang lebih 16 bulan... Akhirnya saya bisa melihat proses munculnya 2 garis dari test pack yang saya pakai. Alhamdulillah... Segala puji dan syukur hanya untuk Allah, Rabb semesta alam, Sang Khaliq yang mampu memberikan sejuta kemungkinan bagi hal yang tidak mungkin terjadi. Kun fa yakun... Apa yang Dia kehendaki terjadi, pasti terjadi.

Sungguh bahagia... Haru...

Bagaimana tidak bahagia dan bersyukur, hampir 1 thn ini saya dan suami saya sangat menantikan buah cinta hadir di tengah2 kami.

Allah... Biarkan "Blib" kecil ini tumbuh dan berkembang dengan sehat, kuat... Jaga dia ya Rabb..

Aamiin