Senin, 13 Juli 2015

Ha Min Tujuh

Hari ini jadwalnya adalah nyebarin undangan ke temen-temen. Upload undangan ke medsos. Ngga terasa tinggal 7 hari lagi, semoga Allah selalu memberi kemudahan, kelancaran, dan kekuatan pada kami sampai hari H nanti.
Tangan gemetaran ngirim undangan ke temen-temen. Antara sadar dan seperti mimpi. Ngga nyangka aja, aku dan dia bisa sampai pada titik ini. Setelah sebelumnya diterpa ujian dari-NYA bahkan sampai sekarang pun angin cobaan itu masih berhembus dengan lembut tapi menyayat hati.
Tujuh hari menjelang hari H sudah terasa rasa deg-degan, pikiran udah jauh melayang ke rumah meski raga masih berada di Pekanbaru.
Allah,,, mudahkan dan lancarkan terus ya, biarkan hari itu menjadi awal sejarah aku dan dia untuk menapaki jalan cinta-MU menuju syurga-MU, aamiin ^^

Sabtu, 11 Juli 2015

Ha Min Sembilan

Ngga terasa Ramadhan akan segera berakhir. Akan diganti oleh Syawal. Bulan yang mungkin akan menjadi sejarah dalam kehidupanku. Bulan yang akan menjadi titik awal aku menjalani kehidupan yang sesungguhnya.
Ada rasa sedih karena harus berpisah dengan Ramadhan. Ada sebuncah rasa bahagia karena akan bertemu syawal, bulan CINTA yang IA turunkan untukku. Namun juga terselip rasa bimbang di hati. Benarkah ini akan mengubah peranku menjadi isterinya? Benarkan ia yang DIA turunkan menjadi imamku, penuntunku untuk menuju syurga-NYA?
Allah.... Perasaan apakah ini... Tambahkan rasa yakin dalam hatiku. Mudahkan semua urusan kami. Kuatkan aku agar bisa menjalani semua ini dengan rasa ikhlas.
Aku pasrahkan semuanya kepada-MU ya Rabb... Jika dia memang yang kau sediakan untuk menjadi imamku, aku ikhlas. Semua yang akan terjadi setelah hari itu akan menjadi konsekuensiku.
Aku tidak berharap, Engkau tidak menimpakan masalah kepada kami. Namun bukan berarti aku mengharapkan masalah yang bertubi-tubi...

Jumat, 26 Juni 2015

Bikin NPWP

Beberapa orang dewasa biasanya sudah punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Terutama bagi karyawan BUMN dan swasta dan PNS pasti bunya kartu NPWP. Kartu ini sepertinya wajib dipunyai penduduk Indonesia yang sudah bekerja. 
Beberapa hari yang lalu bagian keuangan minta NPWP aku. Dan.... aku ngga punya!!! Ngga banget ya, udah 25 tahun ngga punya NPWP. Duluuuu banget Shinichi memang pernah nyaranin aku untuk segera bikin NPWP, saat itu aku baru pulang dari SM3T. Aku sebenernya udah kepikiran mau bikin. Tapi untuk apa? Kan aku juga belum bekerja. Secara aku masih PPG (Pendidikan Profesi Guru) dan belum punya penghasilan. Saat itu kan masih dapet uang saku dari dikti, dan itu tidak diwajibkan jadi ngapain bikin NPWP.
Daaaaan... di tempat ini aku ditagih NPWP :'( Sempet bingung juga sih. Kata Kaito, kalo bikin NPWP harus di tempat domisili. Terus aku nelpon ke KPP di wilayah tempat aku kerja sekarang. Kata petugasnya, boleh kok bikin di KPP wilayah lain asal ada surat keterangan domisili di sini. Alhamdulillah... lega kan akhirnya bisa bikin. Aku minta surat keterangan domisili ke RT komplek sekolah. Sehari langsung jadi. Terus aku minta SK juga, karena harus menyertakan SK CPNS ke KPP. Keesokan harinya aku ke sana, memang belum dikehendaki sepertinya... sampai sana layanan offline karena servernya masih down. Pihak keuangan bolak-balik udah nanyain, ngga enak juga kan sama Bapaknya. Aku update status tentang NPWP di BBM, alhamdulillah banyak yang sharing, katanya daftar online bisa. Tereeeeeeet!!! Keesokannya lagi aku daftar online dan telepon ke KPP Kecamatan aku kerja. Dia langsung acc berkasku. Dan ALhamdulillah nomor pokok wajib pajak ku keluar ^^ heheh Ternyata ngga ribet banget kalo daftar online. Cuma ngisi formulir di komputer dan upload scan KTP, ngga perlu surat keterangan domisili ^^ hihihihi
ALhamdulillah ya Allah....
Akhirnya punya NPWP jugaaaaa

New World

Selamat datang di dunia kerja, dunia yang baru... baru dijumpai, baru dijajaki.. Memang sih beberapa kali aku pernah ngelesin, tapi menurutku "ngelesin" dan "kerja" itu hal yang berbeda. Yup!!! Beda banget.  Kalo ngelesin, ngga sering berinteraksi dengan orang, adminitrasi pun ngga ribet-ribet banget, Mungkin karena di tempat les aku cuma freelance.

Di sini aku harus cepat beradaptasi. Terlebih aku tinggal di tempat baru. Suasanya sangat berbeda. Dan, jujur saja agak kurang nyaman. Hufff.... Inget jaman dulu awal-awal masuk asrama juga seperti ini. Kurang nyaman. Namun seiring berlalunya waktu, kenyamanan akhirnya aku rasakan. Yeah, semua butuh waktu. Ngga mungkin kan datang langsung nyaman. Segala sesuatu butuh proses!

Apapun itu... harus banyak bersyukur. Banyak orang memimpikan pekerjaan ini. Bahkan ini adalah salah satu dari impianku saat SMA. Sekarang sudah menjadi nyata, jadi nikmat Allah mana yang mampu aku dustakan?! Bersyukur dan tetap semangat. Tutup telinga untuk sesuatu yang ngga perlu didengar dan hanya membuat lebih buruk. Dengarkan yang baik. Lakukan yang terbaik.

Note to my self, jaga hati, jaga mulut, dan jaga telinga. Keep smile!!!! 

Rabu, 17 Juni 2015

Welcome Ramadhan ^^

Alhamdulillah... besok sudah Ramadhan ^^ Hihihi 
Kali ini Allah memberi kesempatan saya untuk berjumpa ramdhan di tanah rantau lagi. Setelah tahun kemarin merasakannya di jawa. Di mana pun kita berada, yang penting masih bisa menjalankan kewajiban dan beribadah dan mendapatkan berkah-NYA, aamiin.